24 Juli 2012

"Diliat Senang, Dimaem Ga Kenyang"






Senangnya hatiku, hilang panas demamku. Semua karena Inzana oh inzanaaa....*kibas-kibas rok*.

(Kebahagiaan ini turut disponsori oleh mobil pick up full AB alias Angin Brobos, pakne, dan simbok)


Kemaren malam, ortu berhasil membuatku terharu tingkat Pluto. Ini gara-gara kedatangan mereka ke asrama dengan membawa tabulampot yang khusus diculik dengan paksa dari penjual tanaman bibit unggul di Karangjati, Ungaran. Total ada 4 tabulampot; mangga taiwan, belimbing, jambu air, dan jambu biji yang diletakkan di bak belakang.


Perjalanan selama empat jam dari Semarang menuju Sragen dialalui para tabulampot dengan penuh kebrutalan, goncangan tanpa periketumbuhan, dan sengatan matahari yang sepertinya seharian itu maen keroyokan. Begitu turun dari pick up, bokap yang ada dibelakang setir langsung lari-lari heboh naik ke bak. Dengan sigap berusaha menurunkan tabulampot tak berdosa itu. Sementara nyokap jerit-jerit histeris minta gunting dan air segayung. Eike yang lagi selonjoran dikamar sempet bengong sesaat denger request nyokap, " Siapa yang mau prosesi siraman penganten sore-sore begini?" Setelah nyadar, baru deh latah gedabrukan ambil air buat nyiramin tabulampot.

Kondisi tabulampot cukup bikin perasaan tercabik-cabik, persendian ngilu dan hati teriris-iris (kalah deh pilem Ratapan Mami Tiri). Karena 'dijemur' ber jam-jam, alhasil daunnya yang semula segar bugar, jadi layu tak bercahaya kaya raut wajah para PNS yang tiap bulan gajinya minus gara-gara kebanyakan pinjeman (ooops...curhat, Bu)! Terutama tanaman belimbing. Struktur daunnya yang tipis semakin menambah miris. Kering, keriput, dan mengkerut. Mungkin ga sempat pake krim tabir surya anti UV A dan UV B. Belum lagi buah-buahnya yang jatuh berguran karena tak kuat menahan sadisnya goncangan.

Nyokap dengan semangat memotong tali rafia yang mengikat tanaman-tanaman itu. Sedangkan bokap langsung memercikkan air ke sela-sela daun dan batangnya sambil komat-kamit baca mantra. Sepintas mirip Suhu Acai yang lagi ngobatin pasiennya. Aku jadi ikutan panik dan sedih merasakan penderitaan tanaman unyu-unyu itu. Nyokap mencoba menenangkan kegalauanku dan meyakinkan bahwa besok pagi tabulampot udah 'normal' kembali. "Ini mereka lagi stress dik, empat jam dipanas-panasin. Tapi besok paling udah seger lagi, soalnya udah kena hawa dingin". Eike hanya bisa mengangguk pasrah tanpa sempat mendesah-desah.

Alhamdulillah, besoknya prediksi nyokap  terbukti. Mereka keliatan udah lumayan fresh and confident, tanpa harus kupakein deodorant . Rencananya  sih, insya Allah aku bakal praktekin metode pemupukan semprot besok Minggu.  Yah, semoga bisa tumbuh subur dan terus berbuah dengan cantik. Makasih pakne dan simbok untuk hadiah anti galaunya.

Oh iya..., ini penampakan anggota baru halaman asrama:

tabulampot yang terobsesi pengen jadi boyband


mangga taiwan, ada buahnya 1 biji

timang-timang belimbingku sayang

"Bu4t A6kUuuH Eaaa q4q4!!"
(adik, kenapa kau jadi alay?)



Inilah para pendahulu yang belum berbuah sejak dibeli 2 bulan lalu ...hiks


(dikamar, sambil telponan ama pujaan hati..tsaaaaah)



18 Juli 2012

Tik Tik Tik, Bunyi Hujan di Atas Kasur!




Percaya nggak, mates, kadang kalo kita lagi sendiri, sering terjadi hal yang 'aneh-aneh'. Eh tapi it doesn't mean something spooky ya. Males eike ngomongin soal hantu-hantuan walau sekarang mereka makin ngeksis di layar lebar dengan bayaran selangit. Cuma modal pake gayung, jual jamu gendong, atau malah minta pulsa doang eh rekening mereka bisa makin gendut.


Eniwei, kejadian aneh yang aku alami di sini (sebagai konsekuensi ditinggal tugas suami) adalah semacam kendala yang membutuhkan solusi dan antisipasi secara mandiri. Aku yang maem mangga aja selalu minta dikupasin (ngga berlaku kalo makan coklat Toblerone, bisa ngupas sendiri, hohoho!), kini harus mengakselerasi sikap adaptif, asertif, dan independen serta meletakkan sifat emosionil di belakang sana. 


Ga tau kenapa, aku lebih senang menyebut masalah/ kendala sebagai tantangan daripada cobaan. Menurutku, kata 'tantangan' mampu mengevokasi spirit dan power untuk menaklukkan, namun tetap ada keikhlasan dalam hasil yang dicapai. Tantangan ini bisa disetarakan dengan ujian. Yang apabila kita berhasil melewatinya, akan naik 'level' lah kita.



Jika menyebut 'cobaan', aku merasa tersugesti untuk pasrah dan berserah tanpa mendahulukan usaha maksimal. Secara harfiah (menurut KSBA alias Kamus Sotoy Bahasa Andien) , kata 'cobaan' dan 'tantangan' memberikan efek psikologis yang berbeda. 'Cobaan' ibarat pemakluman akan kedaan yang menimpa dan kita berharap segera dapat melaluinya. Sedangkan 'tantangan' lebih mengandung suatu kewajiban akan effort agar tidak hanya bisa melaluinya namun juga menapak keadaan yang lebih baik dari sebelumnya.


Blub..blub..., keder juga ngoceh berbusa-busa gitu. Kikikiks.


Nah, tantangan pertama yang aku hadapi pasca ditinggal sementara oleh belahan jiwa adalah AC kamar yang tiba-tiba ngadat. Awalnya ga ada yang aneh dengan 'angin surga' yag ditiupkan dengan suhu 21 derajat keseluruh penjuru kamar tidur. Namun, selang 1 jam tiba-tiba aku lihat rembesan air di atas kasur. Bulat dan cukup besar. Reflek, aku pegang dan kuraba-raba pant*tku, ooh..kali bukan aku yang ngompol. Terus apa dong? Gosh, ternyata bukan cuma kasur aja yang basah, tapi korden juga keliatan kuyub kaya habis kesiram hujan. Waktu nengok keatas, barulah tertangkap biang keroknya. Ternyata AC eike bocor! Duile, mentang-mentang barang seken.



Dengan kekuatan Power Puff Girls lagi ngeden, aku geser kasurku sesaat setelah menekan tombol 'OFF' pada remote AC. Sprei kusingkap agar area yang basah tidak semakin merembes kemana-mana. Kebocorannya lumayan juga. Tidak hanya kasur dan korden yang basah dan gelisah, tapi juga karpet. Naluri kemanjaanku membuatku gatal ingin sms laporan kepada suami. Tapi buru-buru sadar, bahwa aku tidak mau membebani ia dengan hal-hal 'sepele' semacam ini. Dari bbm, aku minta informasi ke teman-teman mengenai contact person teknisi AC. Dan kebetulan ada beberapa nama yang direkomendasikan oleh mereka (thanks God, that is about what friends and technology are for!).


Esok harinya, aku bikin janji dengan salah satu teknisi AC, namanya Pak Bungkus. Beliau sering dipanggil untuk reparasi AC milik penghuni asrama tempat aku tinggal. Dan ternyata sudah kenal dengan suamiku. Cucok lah. Dan inilah aksi sang Spiderman....



Maaf , ini bukan peralatan sedot lemak



berjuanglah Pak...berjuanglah!!!


Syukurlah, berkat keahlian pak Bungkus dalam membungkus masalah per-AC an Indonesia, kendala pendingin ruangan bisa terselesaikan. Semoga kagak error lagi yak, cint!

Case closed!

Quote :
"Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, ketenangan,tetapi  dibentuk melalui kesukaran, air mata, tantangan. Ketika kita merasa sendirian dan ditinggalkan di dunia ini, ketahuilah engkau sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang luar biasa"


(dikantor sambil sarapan nugget goreng)


17 Juli 2012

Surat Pertama Untuk Engkau..



Satu helaan nafas yang tersisa dibalik seutas senyuman, membalut langkah saat memasuki hunian yang selama seminggu ini kutinggalkan. Tuntutan pekerjaan membuatku meninggalkanmu beberapa hari karena tugas luar kota. Padahal, selang dua hari sejak kepergianku ke Semarang, kau, menggenapi 650 personel, akan pergi bertugas ke lain pulau beberapa bulan lamanya. Disaat mayoritas anggota keluarga memanfaatkan waktu terakhir untuk menikmati hari-hari bersama pasangan, aku dan engkau justru saling berjauhan. Tapi itulah kau, sosok yang selalu maha pengertian untuk segala aktivitasku yang ber-bandrol  ‘tugas’. Kau tidak pernah memberatkan niat dan menyurutkan semangat pada kegiatanku diluar sana. Kuakui, aku tak pernah sanggup memiliki keikhlasan yang minimal setara dengan yang kau punya.

Sapa ‘Assalamualaikum’ meluncur spontan dari bibirku, walaupun kutahu tak akan kudengar balas sapamu. Hari ini, hari pertama aku memulai kehidupanku tanpamu hingga enam bulan kedepan. Sepertinya baru kemarin aku melihatmu keluar dari kapal yang akan membawamu, seusai meletakkan perbekalanmu di tubuh raksasanya. Dengan senyum khas, engkau mendekat kearahku, papa, mama, dan adik sepupuku yang sekian waktu menunggu. Aku bersyukur, tidak terlambat  tiba di pelabuhan.  Wajahmu tampak lelah dan lebih kecoklatan akhir-akhir ini. Ritme dan tanggung jawab pekerjaan yang berbeda rupanya mempengaruhi warna kulitmu. Sering kuajukan protes gara-gara kulitmu yang tidak secerah dulu, akibat porsi lapangan yang menjadi mayoritas kegiatanmu. Dan, selalu saja, kau menjawab, “Masa tentara putih? Ga jantan itu namanya”.

Hanya lima belas menit aku dan engkau bersua disela-sela keriuhan para pasukan yang akan diberangkatkan dalam rangka tugas pengamanan ke Papua. Pelabuhan Tanjung Emas terlihat menghijau beberapa saat. Kemudian berpendar, bercampur dengan beragam orang-orang yang tidak mau menanggalkan kesempatan berharga demi melepas anak, suami, kerabat, atau mungkin kekasih yang akan bertugas. Beberapa kali mataku terantuk pada pemandangan unik, segerombol gadis muda terlihat menangis histeris sembari memeluk prajurit yang (mungkin) masih berstatus kekasihnya. Sementara di kapal yang lain, rombongan prajurit lainnya meneriakkan sorak-sorai menggoda. Padahal beberapa menit sebelumnya, gadis-gadis tersebut terlihat heboh ber-pose dengan berbagai angel yang (seolah di-setting) dramatis.Berpelukan, bergandengan, dan sederet aksi romantis lainnya. Tentu saja dibalut isak tangis heroik, seolah-olah mereka mengalami duka maha dahsyat karena ditinggal sang arjuna. Mungkin mereka ingin meniru Annisa Pohan yang terlihat haru (namun elegan, catat, elegan!) ketika melepas Agus Yudhoyono, yang terdokumentasi secara artistik oleh para wartawan media cetak beberapa tahun lalu.  Atau mereka terlalu tergila-gila dengan film Korea yang sukses membuat produsen tissue kaya mendadak? Entahlah. Aku tidak tertarik!

Tahukah engkau,
Aku justru tersentuh saat melihat pria renta yang dengan penuh kasih memberikan beberapa bungkusan sebagai bekal sang putra dalam menempuh perjalanan. Senyum bangga pria yang berjalan tertatih itu lebih dari rasa bahagia melihat putranya berseragam prajurit lengkap dengan atribut ransel dan senapan laras panjang menggantung gagah di bahunya. Tugas negara memang butuh pengorbanan. Ditengah terik matahari yang menyengat, pemandangan itu makin membuatku tercekat...

Aku juga senang mengamati para prajurit yang menggendong buah hati tercinta dan bercanda dengan anggota keluarga lainnya sebagai bentuk dukungan yang positif. Bukan dengan banjir air mata yang disertai ancaman dibalik getar suara sesenggukan, “Abang, awas ya kalau disana selingkuh. Adik disini setia untuk abang”. Aku tak habis pikir..., memangnya ada orang yang jauh-jauh ke Papua hanya untuk mencari bini muda ataupun mengejar kekasih rahasia? 

Sadarkah engkau, sayang...
Saat kau berpamitan denganku, tak ada tangis dan air mata, sesuai amanahmu padaku. Kau ingin aku menunjukkan senyum cinta terindahku dan dukungan semangat yang mengalir saat aku dan engkau saling berjabat tangan. Dan Tuhan lah yang sanggup membalikkan segalanya. Aku yang sensitif, gampang menangis,  dan mudah tersentuh tiba-tiba saja diberi kekuatan untuk tetap melepasmu dengan tegar. Sesuatu yang sangat mustahil aku lakukan di suasana sentimentil seperti itu. Aku lega luar biasa karena sanggup berdiri dibalik tabir asamu. Bukan tangis yang kau pinta, namun doa. Bukan kecurigaan, melainkan dukungan. Bukan wajah sembab dengan duka tersemburat, namun senyum keikhlasan bertabur semangat. 

Aku sempat teringat celetukan atasanku di kantor. Saat itu kami sedang melakukan evaluasi kecil terhadap hasil kegiatan training ESQ yang telah diikuti oleh seluruh personel kantor. Pada akhir training, ada proses meditasi ‘peace and harmony’ yang intinya adalah...berakhir dengan tangis-tangisan. Namun hanya aku, temanku, dan atasanku yang sukses melewati momen mengharukan itu tanpa air mata. Jujur, ini sebenarnya bentuk kegagalan, bukan kesuksesan. Apa yang kami bertiga lakukan adalah diluar ekspektasi sang pengajar. Alasanku mengapa tidak bisa menangis saat itu, cukup sederhana. Aku sudah pernah melewati training semacam itu tahun sebelumnya. Jadi aku sudah hapal materinya. Berbeda saat aku mengikuti pertama kali. Wah, mataku ibarat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya di setiap celah dan ceruk yang ada. Bahkan selama beberapa saat, aku merasa limbung dan tergoncang kala itu. 

Temanku, yang juga sama sekali tidak menangis saat proses meditasi dan renungan, melontarkan alasan bahwa wanita seusia dia belum perlu berpikir berat-berat.” Pacar aja belum punya, gimana mau ngrasain arti kehilangan”, alasannya (sok) lugu. 

Lain hal nya dengan jawaban atasanku saat aku penasaran mengapa dia tidak sesenggukan seperti teman-teman lainnya di acara ‘termehek-mehek’ seperti itu, “Kalo saya tipikalnya cenderung melawan keadaan mbak. Boleh lah yang lain-lain menangis, walau saya juga sebenarnya pengen mewek, tapi saya berusaha melawan perasaan itu”.

 Saat itu aku hanya tertawa mendengar jawabannya, tanpa sempat merenungi makna dibaliknya. Kini aku paham dan setuju sepenuhnya. Disaat  orang lain jatuh, kita tidak boleh ikut jatuh demi menunjukkan empati. Justru kita harus tetap bangkit agar bisa mengangkatnya dan menuntunnya. Bukankah kita harus mampu menolong diri kita sendiri sebelum kita menolong orang lain? Bukankah kita harus bisa menguatkan diri kita sebelum menguatkan orang lain?


Sragen, 17 Juli 2012, menjelang  tengah malam.
Aku yang selalu merindu..



29 Juni 2012

"Pameran Buku Murah Sragen, Dari Kicau Burung Hingga Ayu Ting-Ting"

Tadaaaaaa...
Apa kabar blog ku tercinta? Maapin eike si blogger durhaka yang sekian lama kagak nyambangin kamyu, cint. Maklum lah, job nyinden lagi ngalir deres kaya cucuran air limbah mata Olga Syahputra saat disomasi FPI di layar tipi. Kan kalo aye tajir, situ juga yang bangga. Minimal blog situ nyang norak ini bs ngeksis kemane-mane. Iye kan, mpok?

Eniwei, hari Selasa kemaren ada info dari temen via bbm, ngabarin kalo di Sragen (ketahuan deh domisili ogut...) lagi ada book fair, mulai tanggal 28 Juni sampai 5 Juli. Tentu saja kabar ini serasa hembusan angin segar yang berasal dari AC kamar kang Choky Sitohang uhm...dengan kata lain : semriwing maksimal! So, sepulang kerja, ogut langsung cabut ke lokasi pameran. Ga jauh sih, hanya berjarak kurang dari satu kilometer. Tepatnya 747, 537 meter dari kantor (ga percaya? noh ukur ndiri!).

Sampai di lokasi parkiran, aku sempat ragu. Kok sejauh mata memandang, isi nya burung semua? Eits, bukan burung dalam kolor situ, tapi beneran burung dalam sangkar yang diletakkan di tiang-tiang yang lumayan tinggi. Suasananya sih mirip festival burung.  Dibawah sangkar-sangkar, bapak-bapak terlihat berkumpul sambil menjerit-jerit histeris dan berebutan teriak 'Kyaaa..kyaaa..Morgan Smash...love youuu!!!'  (oke, kalimat ini memang berlebihan). Orang-orang sih kaya nya sedang adu strategi agar burung-burung jagoan mereka bisa mengeluarkan kicauan seseksi Justin Bieber.

Tapi setelah mataku tertumbuk pada tulisan, 'Pameran Obral Buku Murah' yang terpampang di depan ruangan, barulah dengan langkah percaya diri dan attitude memukau, ogut masuk ke TKP. 

kenapa ga ada cowo-cowo kiyut yang menyambut?

Pas masuk ruangan, aku sengaja tinjau lokasi dulu. Menelisik buku demi buku mulai dari rak paling ujung, tengah, dan balik lagi ke ujung. Biar ga ada yang terlewat. Sukur-sukur bisa nemu buku yang selama ini kuidam-idamkan. Misalnya Supernova-nya @deelestari serial ke 5 (Gelombang). Kan hebat tuh kalo bisa sukses dapetin tu buku di pameran kali ini. Padahal penulisnya sendiri belum tau kapan Gelombang bakalan terbit. Hihihi...

Rak demi rak kuselusuri, tapi masih aja burem. Belum ada secuilpun yang mampu merontokkan imanku. Kebanyakan sih buku-buku terbitan lama. Bahkan ada beberapa yang udah ga relevan di masa sekarang. Misalnya, "Apakah Benar Perang Dunia III Meletus Di Bulan November 2010?" (nah lho, penulisnya pasti ga pernah dapat jatah kalender dari kantor!). Atau ada lagi, "Akankah Gus Dur Jadi Presiden RI?" (kalo yang ini dijamin ga ngerti sama sekali apa itu Chibi-chibi!). Ya..,walau terbengong-bengong tanpa daya, eike masih semangat melanjutkan perjuangan untuk meninjau rak (eh lebih tepatnya meja) berikutnya. Suasana ruangan yang panas, tanpa AC, sedikit terasa 'sejuk' karena kicauan burung terdengar indah memenuhi ruangan. Serasa berada di tempat spa deh. 

Jujur, sebenernya aku agak shock waktu liat buku-buku yang notabene berkategori 'lumayan' dan klasik, diletakkan gitu aja di ubin. Bayangin sodare-sodare, di lantai, bukan di atas meja. Tanpa segel lagi. Ckckck...

Kasian..., gimana kalo masuk angin coba?

suasana di TKP, hangat, melekat, meresap, menghisap...hush ah!

Maap ye, eike masih 16 tahun (Gita Gutawa, toss yuk!)

Akhirnya kutemukan buku yang sanggup mencolek-colek mataku. Judulnya Daddy- Long- Legs (diadaptasi jadi 'Paman Kaki Panjang'), buku legendaris karya Jean Webster yang berkisah tentang mantan penghuni panti asuhan bernama Judy Abbott dan sosok pria misterius berjuluk Paman Kaki Panjang yang telah menyekolahkannya ke perguruan tinggi. Dulu waktu SD pernah dibelikan nyokap yang versi bergambar-nya.  Eh, sekarang nemu versi terjemahannya. Yihaaaa... 


dibandrol 25 rebu (harga asli Rp. 29.900)


Buku Daddy- Long- Legs yang kubeli, juga bernasib sama dengan buku-buku dongeng klasik lainnya. Diletakkan dilantai dengan kondisi agak lecek karena tidak disegel. Huuuf..! Waktu itu stock nya hanya ada 2 biji aja. Pas aku ngambil, ternyata di belakangku ada dua cewek yang ikut ambil. Untung ga kalah cepet.


Selain buku-buku yang dibandrol lebih murah dari harga normal, ternyata juga ada tempat awul-awulnya, semacam sale gt. Tulisannya, '15 RIBU DAPAT 2 BUKU". Tapi pas liat judul-judulnya ternyata belum cukup ampuh untuk membangkitkan minat, gairah, dan birahiku...


Tu yang ngepen ama Dedi KokBuset, ada buku tentang sulap juga

Pas lagi milih-milih buku, baru nyadar kalo kicauan burung tiba-tiba berhenti, raib tanpa jejak. Apa burungnya ditarik dari peredaran?Kena gusur? Dan, dari arah sound system  yang kebetulan tepat disebelah kiri eike, mengalunlah lagu Ayu Ting-Ting. Ya ampyun, kalo tadi ogut berasa ada di spa center, sekarang jadi kaya di warung nasi kucing. Goyang cuuuy..ihiiiir.

Eh waktu ga sengaja nengok kebelakang, ada sosok pria yang cukup eye catching. Dari penampilannya sih keliatan gahar gt. Telinganya ditindik macem-macem, pake kaus yu ken si, dan kayaknya sih sangar. Tapi, eike  mendadak takjub saat liat dia ternyata udah nenteng beberapa buku  bertema motivasi. Salah satu buku yang dia bawa (eike berhasil ngintip dengan sukses) berjudul "Rahasia Sukses di Jalan Ilahi". Hihihi..., agak-agak ga sinkron juga ya. Tapi ane tetep salut. Pertamax, Gan. Bantu sundul deeeh...! Ini orangnya, adakah yang kenal? Salam takzim ya ^^

meleleh...so sweet


(didepan tipi sambi nonton Jupe mendesah nyanyi 'Please, Call Me)



18 Juni 2012

"Tertimbun Cintamu"

Thanks God,
Akhirnya kesampaian juga ke Gramedia hari Minggu ini. Udah lama banget pengen ngademin mata kesana, tapi karena jadwal eike sebagai calo tiket PIALA EURO begitu padat merayap, rencana maha mulia ini terpaksa tertunda.

Kadang aku merasa pilu juga sih harus jauh-jauh ke Gramedia buat browsing atau hunting buku. Apalagi butuh waktu sekitar 1 jam buat kesono (maklum, didaerah eike kagak ada toko buku sebesar Gramedia huhuhu). Belum lagi kalo harus naik bus, kudu setengah idup ngrayu abang kondektur biar dapet potongan gocap.

Memang, dijaman sekarang tawaran belanja buku melalui sistem online begitu mudah ditemukan. Kehadiran online bookstore, semacam bukukitapengenbuku, kutubuku, gramediaonline, etc, menurutku sangat membantu dan memfasilitasi para book lovers. Cukup register, klik sesuai pilihan, transfer uang, konfirmasi, dan...tinggal nunggu barangnya dianter didepan idung kita. Hemat waktu, biaya, dan tenaga, kan? Belum lagi, mereka sering memberikan diskon anti galau, fasilitas pre-order buku dengan bonus tandatangan penulis, juga bonus-bonus lain yang membuat angan para pelanggan menggelinjang (tsaaah...). 

Tapi yang namanya mahkluk sosial (baca : demen ngeksis!), pasti kangen lah melakukan aktivitas humanis di toko buku. Pengen pegang buku langsung, liat-liat promo (siapa tau bakal ada event booksigning), melototin buku/novel yang sedang jadi best-seller, atau mungkin tepe-tepe ama mas-mas cute yang ga bosen-bosennya nyodorin tas berlabel 'Gramedia' begitu dia liat kita lagi nenteng-nenteng buku. Duile, tau aja mas kalo aye hobi masukin buku ke dalam kolor!

Dan tadi, begitu sampai di Gramedia Solo Square, aku dibuat terkejut dengan program SALE yang mematok harga 5 ribu/d 25 ribu perak untuk buku-buku yang ditata dalam rak khusus. Lebih terkejut lagi, tenyata ada beberapa buku yang pernah jadi koleksiku waktu SD dan sekarang tercecer entah dimana...

Jaman SD, aku hobi banget baca bukunya Hilman Hariwijaya, baik buku karya pribadi maupun hasil 'proyek tandem' dengan penulis lainnya, seperti Boim LeBon, A. Mahendra, maupun Gusti. Buku karya Hilman yang udah aku baca (baik dengan cara beli, pinjam sambil ngancam, atau curi-curi baca pas ke toko buku) antara lain: LUPUS, LULU, OLGA, VANYA, VLADD, The Wall, Dancing on the Valentine, Cafe Blue, Rasta dan Bella, Cerita Cinta, Sexy Six  dll. 

Aku paling suka ama tiga serial terdepan, yakni LUPUS, LULU, dan OLGA. Tiga tokoh ini bikin aku ngefans mampus. Bahkan saat duduk di kelas V SD, aku sangat terobsesi mengganti seragam merah-putihku dengan seragam putih abu-abu gara-gara baca Lupus seri 'Idiiih...Udah Gede' .

Jadi inget, dulu hampir tiap bulan (karena uang saku harian yang pas-pasan) aku ngerayu nyokap buat beliin Lupus cs sehabis beliau gajian. Harga per buku  waktu itu sekitar 12.500 rupiah. Sangat mahal untuk ukuran kantong murid SD seimut aku yang uang sakunya 300 - 500 perak sehari. Pernah pas ulang tahunku, saudara dan teman-teman dekatku kuultimatum agar membawa kado berupa buku Lupus. Kalo nolak, jangan harap dapat traktiran bakwan goreng! Sadis? Pasti laaaah. Hoho.., alhasil rate koleksiku langsung melonjak dengan sukses. 

Hampir semua seri Lupus, Lulu, dan Olga aku punya. Tapi, hiks, gara-gara keteledoranku , 'harta berharga' ku ini banyak yang raib ga tau kemana. Nyesel banget,  aku kurang teliti dan lupa mencatat siapa-siapa aja yang pernah pinjam. Alhasil, dari  30-an buku karya Hilman yang sudah kukoleksi, kini hanya tersisa 5 biji! Gondok itu pediiiih, Jenderal!

Di Gramedia tadi, ada 6 (enam) buku Lupus, Lulu, dan Olga yang dipatok dengan harga 5 ribu perak aja. Ga pake pelet, ga mempan santet, langsung aja eike pepet. Oooh...puing-puing kejayaanku semoga bisa kurajut kembali...

Kenapa ga dari dulu di SALE? Kenapaaa??!!!

Selain bukunya Hilman, aku juga beli buku panduan soal Tabulampot. Misteri tentang tabulampot udah pernah aku kupas di blog sebelumnya. 

Terobsesi pengen ngawinin Pete ama Durian


Buat Gramedia, sering-sering donk adain book fair. Sesekali buka pameran di kota-kota kecil/kabupaten, biar adil. Kan kita-kita yang disini juga ikut andil dalam meningkatkan income dan laju perekonimian situ. Yaaa...walau levelnya masih belanja buku obral, tapi kan tetep lumayan lah daripada ngutil.


Buku-buku diatas tadi sampai sekarang masih 'virgin' alias belum buka segel. Sengaja  ditahan-tahan emang, buat stock bacaan persiapan ditinggal suami menjalankan tugas suci menjaga keutuhan NKRI bulan depan (sayup-sayup terdengar lagu Maju Tak Gentar diiringi sahutan klakson bajaj bertubi-tubi). 


Dalam beberapa hari ini, eike lagi konsen nyelesain dua bacaan yang sekilas terlihat sedikit kontradiktif namun sebenarnya saling melengkapi secara sinergis (apa seeeh?)


dari covernya, terbayang kelezatannya

Buku 'Sepatu Dahlan' dan 'Wow Konyol' memang sedang intim banget ma ogut. Kemana-mana selalu eike tenteng. Termasuk saat menjelankan tugas 'manusiawi' di kamar mandi. Huuyeah. Tiap malam, bisa dipastikan tu mahkluk meringkuk pasrah disamping bantal sebagai salah satu media ritual wajib sebelum ngepet bobo manis .

Sepatu Dahlan, terinspirasi dari kisah nyata Dahlan Iskan, sukses bikin mata eike sembab total akibat nangis sesenggukan (suer cuy, ceritanya bagus dan menyentuh banget huhuhu.., bahkan preman pelabuhan eike jamin pasti mewek permanen!). Errrgh...besok-besok aku janji bakal coba nulis resensi buku ini ah. Kalo malam ini kayaknya lagi ga bisa ngeblend ma suasana sedih penuh linangan air mata. Lagi liat OVJ soalnya. Sedangkan buku Wow Konyol ibarat penyeimbang agar ga terlalu melow sekaligus bisa nambah amunisi humor. 

Oh..lupa. Ada sedikit misteri yang hingga kini seolah-olah bergelayut malu-malu di ufuk kalbu (oke, selera diksi eike emang jadul) saat membuka salah satu halaman pada Sepatu Dahlan. Gara-garanya ada semacam tanda tangan yang membuatku penasaran, apakah bener ini sign nya pak Dahlan Iskan? 



Pada saat order buku yang ditulis oleh Khrisna Pabichara (@1bichara) ini, tidak ada keterangan/ info yang menyebutkan bahwa buku tsb ditandatangani langsung oleh Dahlan Iskan.   Aku udah coba mention ke akun @bukukita, @sepatudahlan, @1 bichara  bahkan ke twitter nya pak @iskan_dahlan buat menanyakan keabsahan tanda tangan ini, tapi hiks belum ada mention balasan (apalagi polbek!). 


Kenapa sih eike segitu ngototnya (baca:penasaran) ama perkara tanda tangan doang. Heeey..., ini penting yaaa. Listen, kalo buku koleksiku ada tanda tangan penulisnya atau justru orang penting yang menjadi inspirator semacam ini, jelas menjadi penguatan buatku untuk TIDAK AKAN minjemin ni buku pada siapapun. Hohoho...maap ye. Pelit permanen deh pokoknya! *meliriksadis*. Krik..krik..krik..


(didepan TV sambil menunggu suami yang lagi semedi di kamar mandi)


16 Juni 2012

Makasih Rexona Women !! (Curhat Galau Si Maniak Undian)


Wohooooo..., 

Siang ini daku kaga mau berpanjang lebar, saudara-saudara. Selain karena lagi laper akut, ni acara tipi juga lagi menggoda jiwa. Bukan.., bukan rumor tentang Pak Tarno yang konon kabarnya lagi pacaran ma pramugari unyu, tapi ini adalah soal hidup atau matiku!! Apa seeeeh...? Kasi tau ga yaaaa :p

Alhamdulillah, sampai rumah ada kabar gembira dari Pakne. Katanya eike dapat paket dari Cibinong. Karena takut dapat kiriman bagian tubuh tikus yang dimutilasi (eeh..kan lagi musim, sob! hiiii), maka dengan wajah penuh nista, kuminta Pakne buat buka bungkusan tersebut.

Yaaay..ternyata isinya hadiah dari Rexona Women atas undian yang aku ikuti beberapa minggu lalu. Pengumuman nama-nama pemenang undian sih udah pernah aku posting di blog sebelumnya. Ya walaupun kuakui, rekor ku memenangkan undian memang cukup revolusioner. Dari 1000 undian yang kuikuti, 97x kalah, 10x seri, dan 3x menang. Hohoho..hebat! Di undian promo Rexona ini pun aku 'hanyalah' pemenang hiburan.  Untuk pemenang utama nya dapet paket shopping sepuasnya di HONGKONG!! Aje gileee?!Hiks...


Well, aku tetep besyukur dapat hadiah hiburan berupa tas Charles n Keith ini. Kalo suruh beli sih ogah banget. Bukan apa-apa. Mahaaaaal cuy! Huhuhuhu..nasib.



Dan sekarang, saatnya bersenang-senaaang!!!! Inilah penampakannya...




jangan cepet rusak ya, Nak


Surat wasiat




Baiklah..., pesen dari Andienesia manajemen, jangan cepat putus asa. Rajin-rajinlah mengikuti undian sepanjang itu halal dan bermanfaat. Jangan ikut undian yang nggak berbobot. Misalnya,  beli kulkas buat dapetin jam dinding. Atau suruh belanja 2 juta untuk menangin undian sabun colek! Jangan anakku. Itu dosa besar dan kurang bermartabat. Lebih baik beli permen cecak tapi dapat hadiah pasta gigi Pepsodent (kaya jaman SD dulu). Itu jauh lebih mengangkat derajat dan harga diri. Gagal sekali, dua kali, tiga kali...itu wajar. Kalah empat kali, itu biasa. Gagal lebih dari lima kali....PAYAH BANGET SIH LO!!




11 Juni 2012

Review : "Seminar Infertilitas Bersama RS. Telogorejo Semarang"

Minggu pagi kemarin, dengan khilaf aku sudah ngejogrok tanpa dosa di sebuah hotel di kawasan Plampitan, Semarang. Maaf, eike bukan korban oom-oom girang ataupun hasil asuhan tante-tante riang. Kehadiranku disana murni merupakan bukti cinta kasih suci mulia merdeka-merdeka dari seorang nyokap tersayang. Ya, nyokap menyarankan aku untuk mengikuti seminar awam bertajuk "Mengapa Susah Hamil". Sebenarnya bukan berhenti pada kata 'saran' saja. Selembar tiket masuk (untuk dua orang) sudah teronggok manis diatas tempat tidur, pertanda memang aku wajib ikut acara yang dihelat RS. Telogorejo bekerjasama dengan Merck Serono itu.
                                                                                                                                                                                                                                                                                 
Berhubung (entah yang keberapa kalinya) suami tidak dapat menemani pulang ke Semarang, alhasil aku pun  menculik adik untuk mengikuti seminar menggantikan suamiku. Awalnya aku sempat pesimis, apa mungkin adik perempuanku yang masih dibawah umur berminat mendengarkan topik seputar infertilitas yang notabene dia sendiri belum pernah mengalaminya. Namun, melihat raut wajahnya yang cerah merekah bak kue cucur, aku pun mantap pergi dengannya. Didalam perjalanan, barulah kejujuran terkuak dari mulut mungilnya. Ternyata ada satu kalimat ampuh tertera pada brosur seminar yang membuatnya semangat dunia akherat yakni...jreng jreng jreeeeng... "Include  Makan Siang".

penampakan brosur 

Seminar tersebut terbagi menjadi dua sesi. Pertama, "Mengapa Pria Tidak Dapat Menghamili ", disampaikan oleh Prof..DR.Dr.Susilo Wibowo, MS.Med.,Sp.And. Untuk sesi kedua, "Mengapa Istri Susah Hamil" dipaparkan oleh Dr. Fadjar Siswanto, SpOG. Kedua dokter tersebut merupakan perwakilan dari Unit Infertilitas dan Bayi Tabung RS. Telogorejo.
mendadak ngefans sama dua dokter ini

Venue seminar terasa nyaman walaupun peserta seminar yang hadir terlihat memenuhi kuota. Konsep round-table menurutku sangat berperan menciptakan suasana cozy dan meminimalisir kekakuan yang biasa terjadi di acara-acara seminar pada umumnya.


starter kit dari panitia

duo cuplis

Baiklah Andien Holic semuanya, disini aku mencoba me-review isi seminar sesuai bahasa yang bisa kupahami. Maklum cint,  banyak istilah-istilah kedokteran yang asing bagi otakku yang innocent dan terbatas ini. So, bagi pembaca yang ingin dapat copy an handout nya, bisa pm aja yak, ntar eike kirimin.

Dalam paparan sesi pertama, "Mengapa Pria Tidak Dapat Menghamili", Prof. Susilo menjelaskan  faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria. Tak dapat dipungkiri,  keinginan untuk memiliki keturunan memang menjadi hal yang signifikan pada pasutri. Bukan rahasia umum jika infertilitas menjadi masalah/ kenyataan yang sukar diterima. Pasutri seringkali merasa frustasi, cemas, dan terburu-buru ingin punya anak sehingga lebih mudah mempercayai berbagai nasehat maupun tawaran yang kurang ilmiah dan kurang dipercaya (contohnya; iklan ** Clinic yang dibintangi aktor terkenal, Tabib Tiongkok XX, Sinshe ABCD, dll). Mirisnya lagi banyak dokter yang bereaksi sama dengan pasien, yakni cenderung terburu-buru mengaplikasikan metode modern untuk mengatasi permasalahan pasien.  Misalnya, hanya terfokus pada kualitas dan kuantitas sperma, produksi ovum yang berubah setiap bulan, adanya kista, dll.

Mitos: Isu kesuburan lebih mempengaruhi wanita dibandingkan pria
Fakta: Masalah kesuburan sama-sama dialami oleh pria dan wanita. Masing-masing pria dan wanita memberikan pengaruh sebesar sepertiga dari kegagalan kehamilan. Sepertiga sisanya adalah karena kombinasi keduanya dan hal lain..


Definisi sukar menghamili/intertilitas, adalah:
  • Infertilitas Primer :
 Tidak hamil setelah 1 thn berhubungan tanpa KB (untuk wanita <35 thn), dan setelah 6 bln berhubungan tanpa KB bagi wanita > 35 thn
  • Infertilitas Sekunder :
Kesulitan hamil bagi pasangan pasutri yang pernah memiliki anak

Penyebab infertilitas pada pria, antara lain:
1. Congenital dari hypothalamus, pituitary, organ peripheral
2. Gangguan yg tidak diketahui penyebabnya (multi faktor); idiopathic hypogonadoytopic hypogonadism, prolactinomas, ganadotropin deficiencies, dan cushing syndrome. **mampus deh eike, tu artinya apaan coba???**
 3. Gangguan pada testis; tidak tumbuh testis, cryptorchidism (testis tidak turun/sedikit turun), varicocole, genetik, drugs (alkohol, kafein, dan rokok), penyakit isitemik (liver, aterosclerosis), immunologic, idiopathic.

Dari tahun ke tahun, infertilitas cenderung meningkat. Penyebabnya antara lain :
1. Penundaan perkawinan dan rencana ingin punya anak
2. Makin banyaknya penyakit menular seksual
3. Pemakaian hormon kotrasepsi
4. Aborsi
5. Obesitas
6. Polusi pada lingkungan hidup dan makanan (ini yang paling dominan)

Ada analogi yang menarik dari Prof. Susilo mengenai spermatozoa:

  • Spermatozoa diibaratkan sebagai tentara yang gagah dan berlari kencang. Enam juta sel sprema diibaratkan 6 juta orang tentara,
  • Untuk penetrasi diumpamakan ---> tentara disuruh lari kencang dan menembus tembok setebal 6 (enam) meter,
  • Jutaan tentara tersebut pasti tidak sanggup menembusnya, kecuali bagi tentara yang dibekali ganco, linggis, bor, atau helm canggih sehingga bisa sukses menembus tembok.
  • Jadi berapapun jumlah spermanya, hanya sperma yang dibekali 'peralatan khusus' yang mampu menembus sel telur/ fertilisasi normal

Beliau juga memaparkan beberapa metode pemeriksaan untuk meminimalisir kemungkinan infertilitas pada pria, misalnya TESA dan PESA. Dengan berkembangnya TRB dan Stem Cells, maka sebenarnya kita mulai mendekati kenyataan bahwa semua orang bisa memiliki anak. Amiiiiiiin.

Anyway, untuk penjelasan dan konsultasi lebih lanjut dengan Prof.DR. Dr. Susilo Wibowo, MS.Med.,Sp. And, kita bisa menghubungi Unit Infertilitas RS. Telogorejo, Jl. KH. Ahmad Dahlan Semarang, Tlp. (024) 844600/844644 psw. 5407. Beliau praktek setiap hari Kamis dan Sabtu.


Sesi kedua, "Mengapa Istri Susah Hamil" juga tidak kalah menarik. Presentasi oleh dokter Fajar ini tidak hanya memaparkan faktor-faktor infertilitas pada istri, namun juga memberikan informasi mengenai program bayi tabung yang kini cukup booming sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan keturunan  (say thanks to mbak Inul Daratista dan Mas Adam untuk inspirasinya :p).

 dokter Fadjar

Pada umumnya, penyebab infertilitas pada pasutri adalah sebagai berikut:
1. Multifaktor Pasutri                  18%
2. Faktor  Suami                           18%
3. Multifaktor Istri                       12%
4. Tidak diketahui penyebab      12%
5. Cadangan Ovarium Rendah   10%
6. Faktor Saluran Tuba                 9%
7.  Fungsi Ovarium Kurang Baik  7%
8. Endometriosis                            5%
9. Kelainan Uterus                         1%
10. Sebab lain                                 8%

Hal yang menyebabkan infertilitas pada istri adalah sumbatan tuba fallopi, endometriosis, disfungsi ovulasi, kelainan bentuk rahim, cadangan ovarium rendah, infertilitas yang tidak ditemukan penyebabnya, kelainan genetik,dan  keganasan organ reproduksi. Selain itu, faktor usia juga memiliki pengaruh krusial. Bagi wanita berusia diatas 36 tahun, secara biologis tingkat kesuburannya sudah menurun; dilihat dari jumlah dan kualitas sel telur, kemampuan sel telur untuk dibuahi, kualitas embrio, dan kelanjutan kehamilan.

Untuk pemeriksaan dasar infertilitas meliputi:

  • Pemeriksaan fisik pasutri
  • Pemeriksaan ginekologi
  • Pemeriksaan kemampuan ovarium, dengan Uji clomiphen Citrate (obat), USG Vaginal, dan hormonal
  • Pemeriksaan fungsi saluran tuba dengan HSG (Hystero-Salpingo-Graphy) atau SIS (Saline-Intrauterine-Solution). Mekanisme SIS sering disebut juga IUI (Intra Uterine Insemination)
  • Pemeriksaan kualitas sperma
Bila dengan mekanisme HSG maupun IUI yang dilakukan 3x dan belum berhasil maka pasutri dapat mempertimbangkan program bayi tabung. Metode ini bisa ditempuh jika pada pasutri ditemukan indikasi:
  1. Saluran telur tersumbat total (keduanya)
  2. Gangguan produksi telur/ovulasi
  3. Endometriosis
  4. Jumlah sperma suami sangat sedikit
  5. Unexplained Infertility
Syarat untuk mengikuti program bayi tabung antara lain: 
  • pasangan suami istri RESMI *nah lo, buruan ke KUA dah!*
  • memahami program bayi tabung sebagai pilihan akhir
  • memahami keberhasilan program ini yg tidak tinggi (20-35%), proses yang teliti dan rumit, serta biaya yang cukup tinggi
  • adanya persetujuan pasutri untuk mengikuti program
Selain itu, pasutri jg harus memahami efek samping program bayi tabung, yakni
1. Hiperstimulasi Ovarium
2. Komplikasi waktu panen telur
3. Hamil diluar rongga rahim
4. Kehamilan kembar *Wohooo..., kalo yang ini banyak yang mauuuu!!*
5. Kelainan bawaan janin
6. Penghentian program


Untuk konsultasi dan pemeriksaan  oleh Dr. Fadjar Siswanto, SpOG, monggo langsung merapat saja ke  Unit Infertilitas dan Bayi Tabung RS. Telogorejo Semarang, praktek hari Senin-Rabu-Jumat



Dalam seminar tersebut juga menghadirkan sharing/testimoni salah satu pasien bernama  Erna yang telah berhasil memiliki keturunan setelah menempuh program bayi tabung. Wanita berparas manis ini belum dikarunia momongan hingga  8 tahun pernikahan. Ia mengakui, langkah awal untuk melakukan pemeriksaan seorang diri (tidak bersama sang suami) ternyata adalah hal yang kurang efektif. Sejak dua tahun usia pernikahan, Erna sudah mulai melakukan cek infertilitas tanpa didampingi sang suami. Dokter menemukan beberapa penyebab infertilitas pada Erna, yakni saluran tuba fallopi yang lengket, kadar prolaktin yang tinggi, serta produksi ovarium yang kurang sempurna. Ketika itu, dokter sudah menyarankan agar pemeriksaan tidak hanya pada Erna, tetapi juga kepada sang suami agar permasalahan dan penanganan bisa lebih cepat. Karena suatu kendala, suami Erna baru bisa memelakukan cek dua tahun berikutnya. Ternyata pada sang suami juga ditemukan indikasi infertilitas. Sperma yang aktif hanya 5% dibarengi dengan prolaktin yang tinggi. Seandainya dari awal Erna dan suami sudah melakukan cek bersama-sama, tentu tidak butuh waktu 6 tahun untuk mengupayakan solusi atas masalah infertilitas mereka. Akhirnya, mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung. Persiapannya sendiri, mulai dari pemicuan ovarium, panen sel telur, persiapan sperma hingga pembuahan dalam tabung, memakan waktu dua tahun.  Inseminasi yang mereka jalani hingga 6 kali (3 x di Jakarta, dan 3x di Semarang). Dan, 5 diantaranya gagal! Karena berkali-kali gagal, Erna mengakui bahwa ia sempat depresi. Namun, setelah ia banyak melakukan sharing kepada pasutri program bayi tabung lainnya, ia kembali semangat. Kuncinya adalah rileks (jangan terbebani masalah apapun dan jangan terlalu optimis akan hasilnya), memperbaiki kualitas tidur (tips dari Erna, letakkan bunga melati yg segar ditempat tidur agar aromanya dapat kita hirup), dan manjakan diri dengan melakukan aktivitas yang kita sukai (menonton TV, refreshing, membaca buku/majalah yang menghibur, dll). Setelah berkali-kali gagal, akhirnya pada inseminasi yang ke 6, Erna berhasil hamil dan dikaruniai putri yang cantik.


Suer, merinding banget waktu mendengar penuturan Erna. Apalagi saat suami dan putri kecilnya dipanggil untuk ikut mendampingi Erna di stage. Hiks..hiks..hiks...terharuuuu!!. 


Mb Erna dan keluarga kecilnya


Acara seminar akhirnya ditutup dengan doorprize dan makan siang.


nomer keberuntungan yang sempat dirapal mantra

dan...ogut kaga menang! huaaaaaa hiks



Yuhuuuu...semoga bermanfaat untuk semuanya ya!  Oh iya, untuk referensi, silakan mampir di situs www.maupunyaanak.com ataupun bayi-tabung.com yang merupakan pusat informasi online mengenai infertilitas dan bayi tabung.